Sabtu, 12 November 2011

BOYCE AVENUE Profile

Kalo dulu ndenerinnya Cuma lagu lagunya  Secondhand Serenade, The All American Rejects, All Time Low, sekarang ada playlist baru dari band beraliran akustic namanya Boyce Avenue. Pertama kali kenal Boyce Avenue dari TV di acara L.A light Indiefest pas lagi mainin lagu No Air, dan akupun langsung terpukau, kepencut daan, download in lagu-lagu nya langsung. Lagu yang menurutku paling bagus yang judulnya Superman, ini se-su-a-tu banget lah. Dan ini dia sekilas tentang Boyce Avenue..



Boyce Avenue adalah sebuah band asal Florida dengan mengusung aliran akustik dan melodic rock. Band ini terdiri dari tiga bersaudara Alejandro Manzano, Fabian Manzano, dan Daniel Manzano. Boyce Avenue terbentuk tahun 2004, setelah Alejandro (vokalis, gitar, piano), Fabian (gitar, vokal) dan kakak tertuanya Daniel (bass, perkusi, vokal) menyelesaikan pendidikannya.



Bagi mereka bertiga, pendidikan adalah hal penting meskipun mereka telah menjadikan musik bagian dari kehidupan mereka. Untuk itu, setelah Daniel menyelesaikan pendidikannya di Havard Law School. Sang kakak memutuskan untuk bergabung membentuk formasi band dengan kedua adiknya yang tengah menyelesaikan pendidikan di University of Florida.

Di tahun 2007, mereka memutuskan untuk mempublikasikan ide bermusik mereka ke dunia. Mereka pun memulai debut pertamanya dengan meng-upload ke Youtube video lagu ciptaan sendirinya dan beberapa lagu penyanyi ternama yang telah diaransemen menjadi lagu akustik oleh mereka sendiri. Beberapa lagu pertama yang mereka bawakan secara akustik antara lain, “LoveStoned” by Justin Timberlake, “Umbrella” by Rihanna, “Viva La Vida” by Coldplay, dll.

Video yang mereka upload ke Youtube ternyata mendapat apresiasi yang positif. Terbukti dengan jumlah subscribers channel mereka yang mencapai angka 100.000 di tahun 2007 dan 2008. Video mereka pun ditonton kurang lebih sebanyak 165.000.000 views.

Seiring berjalannya waktu, semakin lama semakin banyak yang suka dengan Boyce Avenue ini. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk rekaman dan memproduksi album pertamanya. Dengan bermodal keyakinan dan mempertimbangkan online fans mereka yang jumlahnya bisa di bilang tidak sedikit, Boyce Avenue memulai show pertamanya di New York City pada bulan January 2009. Dan setelah mereka tampil, sebuah label industri musik tertarik untuk mengajaknya bergabung. Sejak saat itu, band mereka pun melakukan perjalanan show keliling dunia.

Di awal tahun 2009, Boyce Avenue tampil di hadapan 25.000 lebih fansnya di empat acara penting di Filiphina. Dan setelah sukses di Filiphina, band ini kembali ke United States untuk melakukan tour. Tiket konser mereka laku terjual habis di Boston, Washington D.C., dan San Francisco. Konser mereka pun berlanjut ke Eropa di tahun 2009. Mereka pun dinobatkan sebagai salah satu band dengan show terlaris di beberapa daerah, termaksud Germany dan United Kingdom.

Di penghujung 2009, Boyce Avenue berhasil merampungkan full album mereka di bawah naungan label bentukan mereka sendiri “3 Peace Rocord”, tetapi mereka mendapat bantuan dari Universal Republic Record dalam pengerjaannya. Album mereka yang bertajuk “All We Have Left” akhirnya resmi rilis pada tanggal 15 Juni 2010 dengan single hits “Every Breath”.

Terakhir, Boyce Avenue sibuk “international touring show” ke beberapa daerah antara lain, Kanada, Amerika Selatan, Australia, dan Asia (termaksud Indonesia). [fz]





Senin, 07 November 2011

Memupuk asa ke Emirates Stadium

EMIRATES STADIUM
Kandang rasaksa klub sebakbola London Utara ARSENAL FC sejak pindah dari Highbury tahun 2006. Dengan daya tampung maksimum 60 000 penonton. Yang menelan dana sekitar 430 poundsterling.
Luar biasa.

Sebagai seorang gooner sejati, siapa sih yang tak ingin menginjakkan kaki dan mencium bau rumput basah tanah kebanggaan gudang peluru ini.

Sebuah kebanggan luar biasa bagiku kalau dapat mewujudkan harapan ini menjadi kenyataan. Yah, walaupun mungkin aku bisa dibilang baru berumur 16 tahun, dan mungkun baru sekitar lima tahun 8 tahunan lagi aku kerja (amin) tapi, memupuk asa itu mulai dari sekarang boleh kan.
Aku sudah berjanji pada diri sendiri, suatu saat nanti aku pasti akan menginjakkan kaki  di stadion klub kesayanganku ini.
Emirates Stadium adalah tempat kedua tujuanku setelah Ka'bah. Bismillahirahmanirahim. Amin


GALAU kok bangga

Ini, salah satu lifestyle anak muda jaman sekarang, G.A.L.A.U.
Galau itu, semacam perasaan binggung, gundah yang berkecamuk di relung jiwa dara muda. *wow puitis sekali.
Dan anehnya, anak-anak sekarang justru terkesan bangga kalau orang lain tahu dia sedang galau. Kayaknya, kalau aku belum bilang kata "galau" itu aku nggak gaul, nggak update.
Dengan mereka merasa galau atau sengaja membuat dirinya galau itu mereka mereka merasa sudah menjadi remaja yang sesungguhnya.
Di jaman yang serba komputer ini sudah bukan hal susah lagi mengumbaar kegalauan masalah pribadi yang sebetulnya tak perlu dipublikasikan melalui dunia maya. Facebook, twitter, blog, dll.  Adalah tempat paling muddah untuk menemukan fenomena ini.
Iya sih, memang, dengan melakukan hal semacam itu dapat sedikit mengurangi beban pikiran tentang masah yang sedang kita hadapi. Tapi sebaiknya sebelum melakukan sesuatu itu pikiran yang tenang sangat dibutuhkan. Padahal, kebanyakan dari kita tak dapat perpikir dingin saat masalah berat menimpa. Justru sebaliknya, otak kita membutuhkan ketenangan, dan salah satu ketenagan itu bisa didapat dengan merenung, diam. Tidak malah memasuki dunia tanpa batas.
Kalau sebagian dari mereka (remaja) masih berpikir galau itu bagian dari remaja itu sebetulnya kurang tepat, justru galau itu terkesan seperti sifat anak-anak, cengeng, dan 'gak gentle'.
Dan menanggapi pernyataan salah satu temanku "tapi dengan galau itu, kita jadi mikir masalah kita, kita bisa instrospeksi diri"

Tidak salah juga, tapi mungkin kata galau itu lebih tepat diganti dengan 'merenung' . Merenung sama galau tu beda lho, pake banget lagi. So, buat apa lagi galau, ini bukan jaman galau-galauan, ini saatnya 'move on'. OK