Ande-Ande Lumut – Ironi KehidupanAnde- ande lumut adalah cerita rakyat yang berasal dari daerah jawa. Cerita ini memiliki banyak versi, namun inti dari cerita ini tetap satu, yaitu menceritakan tentang seorang pangeran yang mencari istri dengan mengembara. Sampai suatu hari ia bertemu dengan klenting bersaudara, yaitu klenting biru, klenting merah, klenting hijau, dan klenting kuning (dalam versi lain ada yang menyebutkan juga klenting ungu). Sang pangeran akhirnya memilih klenting kuning sebagai istrinya, walaupun wajah dan fisik klenting kuning kalah dari ketiga saudaranya, tetepi kleting kuning lebih jujur dan ia tidak seperti ketiga saudaranya yang telah menjadi korban dari yuyu kangkang (tokoh kepiting) yang meminta imbalan untuk memegang tangan klenting-klenting cantik saat diminta tolong untuk menyebrang sungai (cerita lain menyebutkan klenting harus mencuim yuyu kangkang) untuk menemui pangeran. Namun akhirnya yuyu kangkang mati oleh kesaktian klenting kuning yang membuat sungai tempat ia hidup kering, dan menggunakannya untuk menyebrang menemui pangeran.Nah, dari cerita Ande-Ande Lumut ini, kita dapat mengambil nilai-nilai positif dalam kehidupan. Misalnya seperti apa yang dialami klenting kuning, yang menunjukan bahwa penampilan fisik bukanlah segalanya. Atau kalau kita refleksikan kedalam kehidupan nyata, misalnya kisah hidup seorang Albert Einstein. Beliau adalah orang penting dalam bidang kemajuan pendidikan dunia. Sudah banyak prestasi-prestasi yang beliau ukir dalam sejarah hidupnya. Mulai dari penemuan-penemuan kecil hingga yang mendunia, sampai perolehan nobel di tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoretis" yang mulai mengangkat dirinya di sisi paling istimewa di bidang pendidikan dunia. Tapi, siapa yang tahu kalau seorang Albert Einstein kecil adalah orang yang dianggap bodoh, bahkan oleh gurunya sendiri. Beliau dianggap sebagai pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya. Bahkan Einstein dianggap aneh oleh beberapa temannya sehingga ia dijauhi. Tapi Einstein kecil tidak pernah menyerah, ia terus berusaha hingga apa yang ia inginkan benar-benar tercapai.Sementara kisah lain yang juga dapat dijadikan refleksi adalah kisah dari saudara klenting kuning, dimana mereka justru tidak beruntung karena penampilan fisik mereka yang mereka bangga-banggakan. Nah, jika kisah ini kita refleksikan ke dalam kehidupan sehari-hari atau kehidupan sekarang ini, misalnya seperti kasus Ariel ‘Peterpan’. Siapa yang tidak kenal Ariel? Vokalis band ternama di negeri ini memang tidak diragukan lagi loyalitasnya di dunia hiburan khususnya bidang musik. Tapi, apa yang terjadi beberapa waktu lalu telah menodai karir keartisannya. Kasus menyebarnya video porno dengan pelaku yang diduga ‘mirip’ Ariel Peterpan dengan seorang gadis yang juga diduga ‘mirip’ dengan Luna Maya ini telah merusak nama baik yang telah ia bangun dengan susah payah. Kasus ini juga yang telah menyeretnya ke meja hijau dan harus menjalani masa tahanan selama beberapa bulan.Sebenarnya masih banyk pembelajaran yang kita dapat dari cerita rakyat Ande-Ande Lumut ini selain yang telah diuraikan diatas. Misalnya pesan yang disampaikan melelui tokoh yuyu kangkang yaitu, menolong seseorang harus ikhlas. Tapi, uraian diatas mungkin cukup menggambarkan ironisnya kehidupan di dunia ini. Seseorang yang secara fisik tidak kita anggap sempurna malah dapat menghasilkan sesuatu yang belum tentu orang lain dapat melakukannya. Sementara, orang yang penampilan fisik atau luarnya menarik belum tentu kehidupannya se-menarik fisiknya. Untuk itu, jaganlah menilai seseorang hanya dari apa yang terlihat diluar saja, tapi cobalah untuk melihat segalanya dari hati, karena mata itu dapat buta, tetapi hati tidak.
Sabtu, 14 Mei 2011
essay cerpen
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar