SO singkatan dari Study Oriented ini sudah tak asing lagi bangi kalangan anak anak sekolah, terutama siswa SMA N1 Yogyakarta. Entah siapa yang memciptakan istilah ini untuk menjuluki anak-anak yang rajin, pinter, duduk di bangku paling depan, rajin tanya gru, merhatiin guru, dan bla bla bla yang intinya sangat menomorsatukan sekolah.
Jumlah anak-anak SO di sekolah faforit kayak SMA 1 Yogya pasti sudah bisa dibayangkan. Tapi sesungguhnya jadi anak SO itu nggak menyenagkan lho, apalagi kalau untuk orang yang super nyantai sepertiku.
Aku pernah nyoba buat jadi anak SO, rajin belajar, niat, ngoyo, dan segalanya. Tapi pas aku lihat hasil yang kudapatkan tidak sesuai ekspektasiku sebagai seoarang anak SO, wow rasanya nyesek sekali. Rasanya usaha kita sia-sia. Bahkan rasa nyesek ini sampai bisa berlarut-larut dan berakibat fatal pada mood kita. Alhasil oang-orang terdekatlah yang menjadi korbannya, oh jangan sampai kayak gini deh.
So, jadi murid yang biasa-biasa saja itu lebih baik. Jadi tidak ada beban pikiran yang menggelayuti ^^